In Memoriam Umar Said : Mencintai Indonesia sampai Akhir Hayat

“In Memoriam Umar Said”, Mencintai Indonesia sampai Akhir Hayat

Wartawan senior sekaligus salah seorang pendiri Restoran Indonesia di Paris, Umar Said, meninggal dunia di Paris, Prancis, Jumat (7/10) pukul 22.50 waktu setempat atau Sabtu (8/10) pagi waktu Indonesia.

Lelaki kelahiran 26 Oktober 1928 di Desa Pakis, dekat Tumpang, kota kecil dekat Malang, Jawa Timur ini, meninggal di Rumah Sakit Andree Gregoire, Paris setelah dua hari dirawat di ruang ICU karena penyakit komplikasi. Ia meninggalkan seorang istri, dua putra, dan empat cucu.

Kepergian mantan wartawan Harian Rakjat yang merupakan organ Partai Komunis Indonesia (PKI) —merupakan suatu kehilangan bagi Indonesia. Meski sejak 1965 tak bisa pulang ke Tanah Air karena dianggap sebagai wartawan berhaluan kiri, kecintaannya terhadap Indonesia tak pernah luntur.

» Read More...

Teori Joko Tingkir ala Intelijen Indonesia

Bedah Buku Busyro
Muqoddas

Doddy Wisnu Pribadi | Marcus Suprihadi |
Minggu, 9 Oktober 2011 |
19:11 WIB

KONTAN/FRANSISKUS SIMBOLON Ketua KPK Busyro
Muqoddas
1
MALANG, KOMPAS.com- Intelejen Indonesia, paling tidak di
masa Orde Baru, menggunakan teknik pemecah belahan masyarakat untuk menciptakan
situasi sosial yang rapuh agar kekuasaan rezim, dalam hal ini Soeharto, bisa
dipertahankan. Caranya, menggunakan teknik Joko Tingkir, legenda sejarah seorang
tokoh yang menyumpal telinga kerbau, hingga kerbau mengamuk. Seolah-olah hanya
dia yang bisa menjinakkan kerbau yang mengacau, padahal pelaku kekacauan itu tak
lain buatannya sendiri.
Melaui teknik ini, sejarah bisa merekam sejumlah operasi intelejen Orde Baru
seperti operasi penumpasan Komando Jihad yang menciptakan karakter Imron.
Hal itu yang antara lain muncul pada diskusi bedah buku hasil disertasi Ketua
Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas, berjudul Hegemoni
Rezim Intelijen di kampus Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang
(UM), Minggu (9/10/2011). 

» Read More...

Biarkan Cinta Bersujud

Biarkan Cinta Bersujud

Biarkan cinta bersujud kepada Allah sehingga cinta menjadi tak bersyarat, kuat & tangguh, tak lekang oleh waktu. justru Allah menguji kita melalui orang-orang yg kita cintai menyakiti, mengkhianati kita namun akhirnya kembali menyesal & meminta bantuan kita kemudian kitapun memaafkan, menguatkan & menolongnya. Itulah cinta, tak bersyarat apapun. Ada Ibu muda mengeluhkan perkawinannya yang terbilang muda sedang dihadapkan masalah. Semasa gadisnya adalah orang yang mendiam, merasa memiliki banyak kekurangan, berasal dari keluarga 'broken home.' Sampai kemudian mengenal seorang pemuda yang mampu membuatnya menjadi periang sampai kemudian menikah. Di awal perkawinan terasa indah, dengan dihiasi canda & tawa bersama-sama. Namun semua itu perlahan menjadi berubah, ditengah kesibukan masing2 bekerja, jarang ada percakapan, apalagi sampai bercanda. Bukan karena cinta telah hilang tetapi lebih karena berhati-hati agar tidak melukai perasaan suami. 

» Read More...

Buku yang mengasah bulu kuduk sensitif

Buku yang mengasah bulu kuduk sensitif

Judul: Puisi dan Bulu Kuduk.Penulis: Acep Zamzam Noor. Penerbit: Nuansa
Cendekia. Cetakan I, Juni 2011.Tebal: 290 Halaman. Harga Rp 48.000*

*PUISI *yang bagaimana yang bisa disebut puisi yang baik? Bagi para
akademisi, yang khatam dengan teori sastra, jawabannya bisa panjang dan
mungkin rumit. Tapi bagi penyair Acep Zamzam Noor, yang mengaku tidak
memiliki latarbelakang pendidikan sastra, puisi yang baik adalah puisi yang
menggetarkan pembacanya, tak peduli apakah itu puisi cinta atau protes,
puisi pendek atau panjang, mudah atau sulit dipahami, ditulis wanita atau
lelaki.

» Read More...

Sastra Pembebasan

Pengikut

KATEGORI SASTRA

Diberdayakan oleh Blogger.